Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Sains, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada akhir pekan lalu. Acara yang berlangsung selama dua hari penuh ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, hingga Teknologi Laboratorium Medis. Festival yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 Maret 2026 ini menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi yang signifikan bagi mahasiswa Fakultas Sains dalam mengembangkan potensi non-akademik mereka.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengekspresikan bakat di luar ruang kuliah. Menurut pihak penyelenggara, acara ini lahir dari kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademik dan pengembangan soft skill mahasiswa dalam era modern ini.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berkisar pada aspek kognitif semata, melainkan juga mengenai pengembangan kepribadian, keterampilan sosial, dan kreativitas mahasiswa,” ungkap Dr. Ir. Muhammad Syaiful, Dekan Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya di acara pembukaan festival. Beliau menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan komprehensif dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan menghadirkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya lokal, festival ini diharapkan dapat memperkuat ikatan antar mahasiswa, meningkatkan semangat kebersamaan, serta mengapresiasi kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.
Rangkaian Kegiatan Olahraga yang Sengit
Kompetisi olahraga yang digelar dalam festival ini mencakup berbagai cabang yang melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa Fakultas Sains. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan meliputi futsal, bola voli, bola basket, badminton, tenis meja, dan lari estafet 4×100 meter. Setiap program studi mengirimkan tim terbaik mereka untuk berkompetisi dan meraih prestasi.
Pertandingan futsal menjadi salah satu cabang yang paling dinanti-nanti. Tim dari Pendidikan Matematika berhasil meraih juara pertama setelah melalui pertandingan final yang sangat ketat melawan tim Teknologi Laboratorium Medis. Pertandingan berakhir dengan skor 4-3, menciptakan suasana yang tegang dan penuh emosi di antara para penonton yang memenuhi lapangan olahraga indoor Fakultas Sains.
Sementara itu, di cabang bola voli putri, tim Pendidikan Biologi menunjukkan permainan yang solid dan konsisten, berhasil memenangkan tiga set berturut-turut melawan tim Pendidikan Fisika dengan skor 3-0. Kecepatan dan ketepatan spike tim Pendidikan Biologi menjadi kunci kemenangan mereka dalam pertandingan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam.
“Tim kami telah berlatih sejak dua bulan yang lalu dengan fokus pada kekompakan dan komunikasi antar pemain. Alhamdulillah semua usaha itu membuahkan hasil,” ungkap Siti Nur Azizah, kapten tim bola voli putri Pendidikan Biologi, dengan wajah yang masih bersinar kebanggaan setelah upacara penganugerahan medali.
Di cabang badminton, kompetisi berlangsung cukup kompetitif dengan melibatkan lebih dari 30 peserta dalam kategori tunggal putra dan putri. Hendra Suryanto dari Pendidikan Fisika berhasil meraih gelar juara tunggal putra setelah mengalahkan Rizki Pratama dari Pendidikan Matematika dalam pertandingan final yang membutuhkan tiga set. Dominasi servis keras Hendra menjadi faktor penentu dalam kemenangan tersebut.
Tidak kalah menarik adalah cabang lari estafet 4×100 meter yang menampilkan kecepatan dan kecerihan atlet-atlet mahasiswa. Tim Pendidikan Fisika merombak rekor festival dengan waktu 51 detik, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai pada festival tahun 2024. Antusiasme penonton terhadap cabang ini terbukti dari sorakan dan tepukan meriah yang mengiringi setiap perpindahan estafet.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Komponen seni budaya dalam festival ini tidak kalah meriah dengan segment olahraga. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Sains untuk menampilkan kreativitas dan apresiasi mereka terhadap warisan budaya lokal.
Pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi pembuka segment seni budaya. Mahasiswa dari Pendidikan Biologi menampilkan tari “Poco-Poco” yang telah dimodifikasi dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan essensi gerakannya. Setiap gerakan dilakukan dengan sinkronisasi yang sempurna, menciptakan harmoni visual yang memanjakan mata penonton.
Selain tari tradisional, festival ini juga menampilkan penampilan band dan musik modern. Grup musik yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, dan Teknologi Laboratorium Medis tampil dengan lagu-lagu populer yang dikombinasikan dengan komposisi original karya mereka sendiri. Energi panggung yang mereka bawakan berhasil membuat penonton antusias dan bahkan turut bernyanyi mengikuti chorus.
Salah satu momen paling berkesan adalah pertunjukan drama musikal yang mengangkat cerita tentang perjuangan mahasiswa dalam menggapai impian. Naskah yang ditulis oleh Eka Putri Kusuma, mahasiswi Pendidikan Biologi semester 6, berhasil menyentuh hati penonton dengan pesan yang mendalam tentang perseveransi dan kerja keras. Drama tersebut melibatkan lebih dari 20 pemain dari berbagai program studi.
“Saya ingin melalui drama ini menyampaikan pesan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Setiap mahasiswa memiliki perjuangan tersendiri, dan itu perlu diapresiasi,” jelas Eka Putri saat diwawancara setelah pertunjukan berakhir dengan standing ovation dari ribuan penonton.
Segmen seni rupa juga menjadi bagian penting dari festival ini. Pameran karya seni yang mencakup lukisan, patung, dan instalasi seni ditampilkan di aula Fakultas Sains. Karya-karya tersebut menampilkan berbagai tema, mulai dari alam, sosial, hingga eksperimen abstrak. Salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah lukisan berjudul “Kolaborasi Sains dan Seni” karya Doni Pratama dari Pendidikan Fisika, yang menggabungkan teknik cat minyak dengan elemen digital.
Antusiasme dan Partisipasi Mahasiswa
Tingkat partisipasi mahasiswa dalam festival ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut data dari panitia, lebih dari 85% mahasiswa aktif di Fakultas Sains terlibat dalam kegiatan festival, baik sebagai peserta kompetisi maupun sebagai penonton.
“Antusiasme mahasiswa sangat luar biasa. Bahkan banyak yang rela mengalokasikan waktu belajar mereka untuk persiapan dan latihan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya pengembangan diri yang holistik,” ungkap Ibu Nur Habiba, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sains, dalam sela-sela acara.
Data partisipasi menunjukkan bahwa program studi Pendidikan Matematika mengirimkan 45 peserta, Pendidikan Fisika 52 peserta, Pendidikan Biologi 48 peserta, dan Teknologi Laboratorium Medis 38 peserta. Jumlah total peserta mencapai 183 mahasiswa yang terlibat langsung dalam berbagai cabang dan kegiatan seni budaya.
Motivasi mahasiswa untuk berpartisipasi sangat beragam. Ada yang melihat festival ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan bakat, ada yang murni ingin bersenang-senang dan bersosialisasi, serta ada pula yang merasa ini adalah bentuk dedikasi mereka terhadap fakultas tempat menuntut ilmu.
Febrian Wijaya, mahasiswa Pendidikan Fisika semester 4, menyatakan pandangannya tentang festival: “Festival seperti ini sangat penting bagi kami. Selama ini kami fokus pada tugas-tugas akademik, tetapi melalui kegiatan ini saya bisa mengeksplorasi passion saya dalam bidang olahraga dan seni. Selain itu, ini juga kesempatan bagus untuk membangun networking dengan teman-teman dari program studi lain.”
Dukungan Kampus dan Fasilitas
Kesuksesan penyelenggaraan festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak kampus. Universitas Muhammadiyah Kendari menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari lapangan olahraga indoor dan outdoor, aula pertunjukan, hingga perlengkapan kesenian yang memadai.
Dr. Ir. Muhammad Syaiful menjelaskan komitmen kampus: “Universitas sangat mendukung inisiatif Fakultas Sains dalam menyelenggarakan festival ini. Kami menganggap investasi pada pengembangan mahasiswa adalah investasi pada masa depan. Oleh karena itu, kami tidak segan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk kesuksesan kegiatan semacam ini.”
Selain dukungan infrastruktur, kampus juga mengalokasikan dana khusus untuk festival ini, sehingga panitia dapat menghadirkan acara yang berkualitas dan profesional. Dana tersebut digunakan untuk mengundang pembicara motivasi, menyediakan hadiah untuk pemenang, serta memastikan semua aspek teknis penyelenggaraan berjalan dengan lancar.
Dampak Positif untuk Pengembangan Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Sains memberikan berbagai dampak positif bagi pengembangan mahasiswa. Secara akademik, kegiatan ini membantu mahasiswa untuk mengerti pentingnya work-life balance dan bagaimana cara mengelola waktu dengan baik antara kegiatan akademik dan non-akademik.
Dari aspek sosial, festival ini memperkuat kohesi antar mahasiswa dan membangun semangat kebersamaan dalam satu komunitas. Mahasiswa dari program studi yang berbeda mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama dalam konteks yang berbeda dari kelas-kelas regular.
Secara personal, kegiatan ini memberikan platform bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, mengasah skill kepemimpinan, dan menemukan passion mereka. Banyak mahasiswa yang menyadari melalui festival ini bahwa mereka memiliki bakat yang sebelumnya tidak mereka ketahui.
Dr. Hj. Siti Rahayu, seorang dosen Pendidikan Biologi yang juga bertindak sebagai advisor untuk tim bola voli putri, mengatakan: “Melalui aktivitas olahraga, saya melihat perkembangan karakter pada mahasiswa saya yang sangat signifikan. Mereka belajar tentang tanggung jawab, dedikasi, dan bagaimana menghadapi kegagalan dengan kepala tegak. Nilai-nilai ini akan mereka bawa dalam hidup profesional mereka nantinya.”
Persiapan Menuju Festival Tahun Depan
Kesuksesan festival tahun ini membuat panitia dan pihak Fakultas Sains sudah mulai merencanakan peningkatan untuk festival tahun depan. Beberapa rencana yang sedang dibicarakan mencakup penambahan cabang olahraga, perluasan segmen seni budaya, serta keterlibatan institusi eksternal seperti komunitas seni lokal dan klub olahraga.
“Kami ingin festival tahun depan menjadi lebih besar dan lebih bermakna. Tidak hanya melibatkan mahasiswa Fakultas Sains, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari fakultas lain untuk berpartisipasi. Ini akan menjadi ajang perayaan bersama seluruh Universitas Muhammadiyah Kendari,” ungkap Muhammad Rifqi Hidayat, ketua panitia festival dari Pendidikan Matematika.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Kendari yang berlangsung pada 29-30 Maret 2026 telah membuktikan dirinya sebagai kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukatif yang tinggi bagi para mahasiswa. Acara yang meriah ini menunjukkan komitmen kampus dalam mengembangkan mahasiswa secara komprehensif, tidak hanya dalam hal akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter dan kreativitas.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, keterlibatan aktif mahasiswa, dan semangat kebersamaan yang kuat, festival ini telah menjadi momentum yang positif bagi Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Kendari. Setiap mahasiswa yang terlibat telah mendapatkan pengalaman berharga yang akan memperkaya perjalanan akademik mereka dan mempersiapkan mereka untuk menjadi profesional yang kompetitif dan berkarakter di masa depan.
Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki peluang yang selalu untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal dalam lingkungan akademis yang suportif dan inspiratif. Semoga festival ini menjadi tradisi yang terus hidup dan berkembang, sebagai bagian integral dari kehidupan kampus yang dinamis dan progresif.