Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Sains, kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berkelanjutan melalui penelitian kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Pada bulan April 2026 ini, tepatnya hari Kamis (03/04/2026), tim riset dari Program Studi Biologi dan Kimia berhasil mengumumkan pencapaian signifikan dalam pengembangan teknologi biofilter berbasis alga untuk pengolahan air limbah industri.
Inovasi yang diberi nama “AquaAlgae Biofilter System” ini merupakan hasil kerja keras selama 18 bulan oleh tim yang terdiri dari 4 dosen dan 12 mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Sains, dengan dukungan penuh dari pihak rektorat dan pemerintah daerah Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang Penelitian yang Komprehensif
Permasalahan pencemaran air limbah industri telah menjadi isu kritis di kawasan Kendari dan sekitarnya. Dengan pertumbuhan industri pengolahan hasil laut, industri minyak dan gas, serta industri logistik yang pesat, volume limbah cair yang dihasilkan terus meningkat signifikan. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa lebih dari 60% industri di wilayah ini masih menggunakan sistem pengolahan limbah konvensional yang kurang efektif dan ramah lingkungan.
Kondisi ini mendorong akademisi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan solusi alternatif yang tidak hanya efektif dalam mengurangi polutan, tetapi juga berkelanjutan dan dapat diakses oleh industri skala menengah ke bawah. Tim peneliti melihat bahwa alga memiliki potensi luar biasa sebagai biofilter alami karena kemampuannya menyerap nutrient berlebih, logam berat, dan senyawa organik berbahaya dari air limbah.
Dr. Andi Pratama, M.Si., ketua tim peneliti sekaligus dosen Program Studi Biologi Fakultas Sains, menjelaskan motivasi awal proyek ini: “Kami memulai riset ini karena melihat kebutuhan nyata di lapangan. Industri di Kendari membutuhkan solusi pengolahan limbah yang terjangkau dan mudah dioperasikan. Alga adalah organisme yang mudah dikembangkan, cepat berkembang biak, dan memiliki kemampuan bioakumulasi yang luar biasa terhadap berbagai polutan. Mengapa kita tidak memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah ini?” ujar Dr. Andi Pratama dalam wawancara eksklusif pada Rabu (02/04/2026).
### Keunggulan Teknologi AquaAlgae Biofilter System
Teknologi yang dikembangkan oleh tim Unismuh Kendari ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem pengolahan limbah konvensional. Pertama, sistem biofilter menggunakan strain alga lokal yang telah diisolasi dan diidentifikasi dari perairan Sulawesi Tenggara. Spesies alga pilihan adalah Chlorella vulgaris dan Scenedesmus obliquus, yang dipilih berdasarkan penelitian laboratorium selama 12 bulan.
Kedua, sistem ini dirancang dengan konsep modular sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas limbah dari setiap industri pengguna. Teknologi ini tidak memerlukan energi listrik yang besar, cukup bergantung pada cahaya matahari alami, sehingga sangat hemat biaya operasional. Ketiga, limbah dari proses biofiltrasi dapat diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk organik dan biofuel.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa AquaAlgae Biofilter System mampu mengurangi total suspended solid (TSS) hingga 85%, menurunkan kadar nitrogen dan fosfor berlebih hingga 78% dan 82%, serta mengurangi logam berat tertentu seperti kadmium hingga 72%. Efisiensi ini jauh melampaui standar baku mutu air limbah industri yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Kimia yang terlibat dalam validasi analitik, menambahkan: “Kami telah melakukan pengujian multivariat untuk memastikan konsistensi hasil. Data yang kami kumpulkan dari 150 siklus pengujian menunjukkan bahwa sistem ini stabil dan reliable. Bahkan pada kondisi limbah dengan karakteristik yang sangat kompleks sekalipun, sistem tetap mampu berfungsi optimal. Ini adalah pencapaian yang sangat kami banggakan sebagai institusi penelitian.”
### Melibatkan Mahasiswa dalam Riset Aktual
Salah satu aspek yang membedakan penelitian ini dari banyak proyek penelitian lainnya adalah tingginya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahap penelitian. Dua belas mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan—dari tingkat dua hingga tingkat empat—terlibat aktif dalam perancangan eksperimen, pengumpulan data, analisis, dan diseminasi hasil penelitian.
Farah Nur Azizah, mahasiswa tingkat empat Program Studi Biologi yang berperan sebagai research assistant utama, berbagi pengalamannya: “Awalnya saya hanya membantu mengultur alga dan mencatat pengamatan. Namun, seiring waktu, Dr. Andi Pratama memberikan kesempatan untuk merancang modifikasi sistem. Saya kemudian mengembangkan protokol inokulasi yang lebih efisien, mengurangi waktu persiapan dari 14 hari menjadi 10 hari. Pengalaman ini sangat berharga dan membuat saya benar-benar memahami proses penelitian ilmiah dari awal hingga akhir.”
Keterlibatan mahasiswa ini juga telah menghasilkan lima publikasi di jurnal nasional terakreditasi, termasuk artikel dalam Jurnal Kimia Indonesia dan Majalah Biologi Terapan. Empat dari lima publikasi tersebut mencantumkan mahasiswa sebagai penulis utama atau penulis kedua, mencerminkan kontribusi nyata mereka terhadap penelitian.
### Dukungan Institusional dan Fasilitas Penelitian
Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Hum., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini: “Penelitian ini adalah bukti nyata bahwa universitas kami serius dalam mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri lokal. Fakultas Sains telah menunjukkan bahwa melalui pendekatan interdisipliner dan komitmen terhadap riset berkualitas, kami dapat menghasilkan solusi nyata untuk tantangan lingkungan yang dihadapi region kita. Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus mendukung penelitian semacam ini dengan mengalokasikan resources dan fasilitas yang memadai.”
Dukungan institusional ini tercermin dalam investasi infrastruktur yang signifikan. Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Sains telah dilengkapi dengan peralatan modern termasuk spektrofotometer UV-Vis double beam, chromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), serta inkubator dan orbital shaker berkualitas tinggi. Laboratorium Kimia Analitik juga dilengkapi dengan atomic absorption spectrophotometer (AAS) untuk pengukuran logam berat yang presisi.
Selain itu, universitas juga menyediakan green house dengan sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis, yang memungkinkan pemeliharaan kultur alga dalam kondisi optimal. Investasi total untuk penelitian ini mencapai sekitar 850 juta rupiah, yang berasal dari dana penelitian internal universitas, hibah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dan kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara.
### Dampak dan Prospek Implementasi
Prospek implementasi teknologi AquaAlgae Biofilter System sangat menjanjikan. Pihak manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari telah memulai diskusi dengan beberapa perusahaan industri terkemuka di Kendari untuk uji coba skala semi-pilot. Direncanakan, dalam enam bulan ke depan, akan didirikan unit demonstrasi pengolahan limbah yang menggunakan sistem ini di salah satu fasilitas industri mitra.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara, Drs. H. Muh. Idris, S.H., M.M., menyampaikan komitmen pemerintah daerah terhadap inovasi ini: “Teknologi yang dikembangkan Unismuh Kendari ini selaras dengan target pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung industri yang berkelanjutan. Kami siap memberikan insentif kepada industri yang mengadopsi teknologi ini, baik berupa kemudahan perizinan maupun dukungan pendanaan melalui program dana lingkungan daerah.”
Dari perspektif ekonomi, teknologi ini juga membuka peluang bisnis baru. Tim peneliti telah mengajukan paten kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk melindungi inovasi ini. Selain itu, universitas sedang mengembangkan unit usaha khusus (spin-off) yang akan mengkomersialkan teknologi ini dalam bentuk paket lengkap yang siap pasang untuk berbagai skala industri.
Rencana jangka panjang tim peneliti adalah mengembangkan versi teknologi yang lebih canggih dengan integrasi sistem internet of things (IoT) untuk monitoring real-time kualitas air dan performa sistem. Ini akan memungkinkan operator industri untuk mengelola proses pengolahan limbah dengan lebih efisien dan responsif terhadap perubahan karakteristik limbah.
### Penutup
Pencapaian Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan teknologi AquaAlgae Biofilter System menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi dapat menjadi lokomotif inovasi yang nyata dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan di daerahnya. Melalui kombinasi antara riset berkualitas, kolaborasi interdisipliner, keterlibatan mahasiswa yang bermakna, dan dukungan institusional yang kuat, universitas telah berhasil menghasilkan solusi konkret untuk tantangan lingkungan yang dihadapi oleh industri dan masyarakat Kendari.
Ke depan, kesuksesan penelitian ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi penelitian-penelitian inovatif lainnya di lingkungan universitas. Dengan momentum ini, Universitas Muhammadiyah Kendari memposisikan diri sebagai pusat inovasi dan penelitian yang berkontribusi aktif terhadap keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi hijau di Sulawesi Tenggara.
—
Penulis adalah Jurnalis Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan narasumber dari tanggal 02-03 April 2026.