KENDARI — Prestasi gemilang kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Kendari melalui mahasiswa Fakultas Sains yang meraih medali emas dalam ajang bergengsi Kompetisi Inovasi Sains Nasional (KISN) 2026. Pencapaian luar biasa ini menunjukkan komitmen institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Tim peneliti yang terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Sains Unismuh Kendari berhasil memenangkan kategori Inovasi Energi Terbarukan dengan proyek berjudul “Pengembangan Sistem Panel Surya Hybrid dengan Teknologi Penyimpanan Energi Berbasis Material Lokal Sulawesi Tenggara.” Pencapaian ini diraih dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada periode 10-15 April 2026.
Latar Belakang Pencapaian
Kompetisi Inovasi Sains Nasional (KISN) 2026 merupakan ajang tahunan yang menghadirkan ribuan peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Kompetisi ini dirancang untuk memberikan platform kepada mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berkelanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kategori-kategori yang dilombakan mencakup inovasi energi terbarukan, bioteknologi, material canggih, dan teknologi hijau.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Dwi Cahya Murti (22), mahasiswa semester tujuh Program Studi Fisika; Siti Nurhaliza Rahman (21), mahasiswa semester enam Program Studi Kimia; dan Muhammad Rizky Pratama (23), mahasiswa semester delapan Program Studi Biologi. Mereka memulai riset proyek inovasi ini sejak Oktober 2025 atas bimbingan dosen pembimbing mereka di Fakultas Sains.
“Kami memulai proyek ini dengan motivasi sederhana, yaitu memanfaatkan potensi energi surya di Sulawesi Tenggara sambil menggunakan material lokal yang tersedia di daerah kita,” kata Dwi Cahya Murti ketika ditemui di Laboratorium Fisika Terapan, Fakultas Sains Unismuh Kendari, Rabu (17/4/2026).
Ide inovasi ini lahir dari observasi mendalam terhadap kondisi geografis dan potensi sumber daya alam Sulawesi Tenggara. Daerah Kendari yang terletak di garis khatulistiwa memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan energi surya. Namun, ketergantungan terhadap material impor menjadi hambatan dalam implementasi teknologi panel surya konvensional di daerah-daerah terpencil.
Spesifikasi Inovasi dan Metodologi Penelitian
Inovasi yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa ini menggabungkan teknologi panel surya fotovoltaik dengan sistem penyimpanan energi (battery storage) berbasis material lokal. Sistem hybrid ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan biaya produksi dengan memanfaatkan mineral-mineral yang melimpah di Sulawesi Tenggara.
“Sistem kami mengintegrasikan panel surya kristal silikon dengan baterai berbasis nikel-kobalt yang berasal dari tambang lokal Sulawesi Tenggara. Kami juga mengembangkan sistem manajemen energi cerdas yang dapat mengoptimalkan distribusi dan penyimpanan listrik,” jelas Siti Nurhaliza Rahman, yang bertanggung jawab pada aspek kimia material dalam proyek ini.
Penelitian ini melibatkan riset pustaka intensif, eksperimen laboratorium berskala kecil, dan simulasi komputasi yang memakan waktu berbulan-bulan. Tim melakukan uji coba awal di Laboratorium Energi Terbarukan Fakultas Sains, kemudian menyempurnakan desain berdasarkan hasil pengujian. Prototipe final yang dibawa ke Jakarta menunjukkan efisiensi konversi energi mencapai 23 persen, melampaui standar industri panel surya konvensional.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan material lokal, biaya produksi dapat ditekan hingga 40 persen dibandingkan teknologi impor, tanpa mengorbankan kualitas dan efisiensi,” tambah Muhammad Rizky Pratama, yang mengurus aspek biologi dan penghijauan dalam implementasi sistem tersebut.
Dukungan Institusional dan Pendampingan
Kesuksesan tim ini tidak terlepas dari dukungan penuh institusi Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Sains. Dosen pembimbing utama, Dr. Ing. Hasanuddin Syah, M.Sc., merupakan akademisi berpengalaman yang memiliki publikasi internasional di bidang energi terbarukan.
“Mahasiswa-mahasiswa kami memiliki potensi yang sangat besar. Tugas kami sebagai pendidik adalah membuka akses dan memberikan fasilitas terbaik agar mereka dapat mengembangkan inovasi mereka,” ujar Dr. Hasanuddin Syah dalam wawancara terpisah di ruang kerjanya, Kamis (18/4/2026).
Dekan Fakultas Sains Unismuh Kendari, Prof. Dr. Andi Suryanto, M.S., juga memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Beliau mengatakan bahwa prestasi mahasiswa merupakan pencerminan dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk berkontribusi dalam kemajuan sains dan teknologi nasional.
“Hasil yang dicapai mahasiswa kami di KISN 2026 membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya memiliki fasilitas yang memadai, tetapi juga kultur akademik yang mendorong inovasi dan penelitian berkualitas tinggi. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan riset dan pengembangan di lingkungan kampus kami,” ungkap Prof. Andi Suryanto saat memberikan penghargaan kepada tim pemenang di auditorium Fakultas Sains pada Jumat (19/4/2026).
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung penelitian mahasiswa melalui Program Hibah Riset Internal. Tim pemenang KISN 2026 ini telah menerima pendanaan sebesar Rp 50 juta untuk mengembangkan proyek mereka dari tahap penelitian awal hingga pembuatan prototipe.
Proses Kompetisi dan Penilaian
Dalam ajang KISN 2026, tim dari Unismuh Kendari berkompetisi dengan ratusan peserta dari universitas ternama di Indonesia, termasuk dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia. Penilaian dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari pakar sains, teknologi, dan inovasi dari berbagai institusi akademik dan lembaga penelitian nasional.
Kriteria penilaian mencakup aspek orisinalitas ide, kualitas metodologi penelitian, kelayakan implementasi, potensi dampak sosial dan lingkungan, serta presentasi dan komunikasi ilmiah. Dalam babak presentasi final, ketiga mahasiswa harus menjelaskan secara rinci konsep inovasi mereka dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mendalam dari juri.
“Kami sangat nervous saat presentasi di hadapan juri yang merupakan para ahli di bidangnya. Namun, persiapan yang matang dan kepercayaan diri berdasarkan hasil riset yang solid membuat kami dapat menampilkan presentasi dengan baik,” ungkap Dwi Cahya Murti yang mengambil peran sebagai presenter utama.
Pengumuman pemenang dilakukan dalam acara penutupan KISN 2026 yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta pejabat-pejabat pemerintah tingkat pusat. Nama Universitas Muhammadiyah Kendari disebut sebagai salah satu kampus yang menghasilkan inovasi terbaik, membanggakan institusi dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Dampak dan Prospek Pengembangan Lebih Lanjut
Prestasi ini membawa dampak signifikan tidak hanya bagi ketiga mahasiswa, tetapi juga bagi Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Pengakuan nasional atas inovasi mahasiswa meningkatkan reputasi kampus dan menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk industri dan lembaga penelitian.
Beberapa perusahaan energi terbarukan telah menunjukkan minat untuk bermitra dengan kampus dalam pengembangan teknologi ini. Terdapat proposal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melakukan uji coba implementasi sistem hybrid ini di beberapa daerah terpencil di Sulawesi Tenggara.
“Jika implementasi di lapangan berhasil, inovasi kami bisa membantu ribuan keluarga di daerah-daerah terpencil untuk mendapatkan akses listrik yang terjangkau dan berkelanjutan,” harap Siti Nurhaliza Rahman yang juga mengekspresikan keinginannya untuk melanjutkan riset di jenjang magister.
Ketiga pemenang juga mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana di universitas pilihan mereka. Selain itu, mereka akan diundang untuk mempublikasikan hasil riset mereka di jurnal-jurnal sains internasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Pencapaian luar biasa ini tentunya menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan berkarya. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Tahir, M.Ag., berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas penelitian dan memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang memiliki ide-ide cemerlang.
“Kami percaya bahwa Kendari dan Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya manusia yang sangat potensial. Mahasiswa-mahasiswa kami mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di Jawa. Tugas universitas adalah memberikan platform dan fasilitas yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi tersebut,” ungkap Prof. Muhammad Tahir dalam pidato apresiasi.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berencana untuk membentuk Pusat Inovasi dan Entrepreneurship yang akan menjadi inkubator bagi ide-ide cemerlang mahasiswa. Pusat ini akan dilengkapi dengan laboratorium-laboratorium modern dan didukung oleh mentor-mentor berpengalaman dari industri.
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Sains Nasional 2026 membuktikan bahwa inovasi dan riset berkualitas tidak hanya terjadi di pusat-pusat pendidikan di Jawa, tetapi juga dapat berkembang dengan baik di daerah-daerah lain di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan institusional yang kuat, fasilitasi penelitian yang memadai, dan semangat mahasiswa untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa, Universitas Muhammadiyah Kendari terus menunjukkan bahwa ia adalah salah satu lembaga pendidikan yang serius dalam menghasilkan inovator dan peneliti masa depan.
Momentum kemenangan ini diharapkan dapat menjadi awal dari serangkaian prestasi mahasiswa Unismuh Kendari di tingkat nasional maupun internasional. Ke depannya, komunitas akademik kampus terus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem penelitian yang mendorong kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Dengan terus menginvestasikan sumber daya pada penelitian dan pengembangan, Universitas Muhammadiyah Kendari mempersiapkan mahasiswanya bukan hanya sebagai lulusan yang kompeten, tetapi juga sebagai problem solver dan innovator yang siap menghadapi tantangan global di masa depan.
—
Wordcount: 1.847 kata